menu
Search !
read this !
-
jika anda gemar membaca / berlangganan koran kompas setiap hari , tentu aneh jika anda tidak mengenal komik ...
-
Buat yang bisa baca partitur Gitar klasik , gue dapet dua partitur lagu Bubuy Bulan dan Becak Fantasy , arransemen : Jubing Kristianto . sil...
-
ini harga gitar klasik yamaha , mohon maaf bila harganya berbeda , karena harga gitar dapat turun atau naik dengan Cepat. 1. Gitar Kl...
-
Tahukah anda apa Buah Partenokarpi ? Partenokarpi adalah buah tanpa biji . jika anda penasaran , saya akan membahasnya . Pada jenis t...
-
Jika anda bertanya - tanya , Gedung tertinggi di dunia , tentu saja dan pastinya tidak ada di negara kita ini . gedung tertinggi di dunia ad...
Ruhut Sitompul : Nilai seratus untuk pidato SBY
Posted on | Kamis, 02 September 2010 | No Comments
Indonesia masih ribut dan beerteengkar dengan negara tetangga, yaitu Malaysia, rakyat beertanya - tanya, apakah Indonesia akan mengajukan perang atau menggunakan cara diplomasi , dalam pidatonya, SBY menjelaskan bahwa Indonesia akan menggunakan cara diplomasi, Juru Bicara DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidatonya sudah sangat tepat. Menurut Ruhut pidato itu bila diberi skala penilaian 10 sampai 100, maka nilainya adalah 100.
"Pidato Pak SBY semalam bagus, tetap seratus," kata Ruhut Sitompul sambil menunjukkan jempol kedua tangannya di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 2 September 2010.
Ruhut mendukung pidato yang menyampaikan pesan bahwa hubungan RI dan Malaysia sebaiknya diselesaikan lewat jalur diplomasi. Dia juga setuju bahwa saat ini zamannya sudah berganti, era Bung Karno dan SBY sekarang kondisinya berbeda.
Saat ini sebanyak dua juta warga negara Indonesia bekerja di Malaysia sebagai TKI, juga masih ada lebih 200 warga Indonesia di Malaysia tersangkut kasus hukum dan terancam hukuman mati atau digantung.
Belum lagi kenyataan bahwa begitu banyak masyarakat di Tanah Air yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Semua itu menurut Ruhut harus dipertimbangkan. "Karena itu, Pidato Pak SBY kemarin itu sudah sangat arif dan bijaksana," kata anggota Komisi III DPR ini.
Dengan demikian, Ruhut mengakui kepentingan Indonesia dalam bidang ekonomi memang lebih menjadi pertimbangan. "Manohara saja digituin lagi masa damai. Bagaimana kalau kalau perang coba. Bayangkan bagaimana rakyat kita di sana nanti. Bisa-bisa habis TKI kita disiksa di sana, di siram air panas sama mereka," kata Ruhut.
Ruhut memahami bila ada sebagian kalangan yang punya pendapat berlainan dengan dirinya. Namun Ruhut mengingatkan soal pepatah 'Lain Lubuk Tentu Lain Ikannya.'
Situasinya kini sudah berbeda, dulu kenapa Bung Karno bisa meneriakkan 'ganyang Malaysia' karena memang saat itu Indonesia berada di atas. "Kita adalah kiblat Malaysia saat itu, ya dari bidang pendidikan, budaya, dan lain sebagainya," kata Ruhut.
Tapi di era SBY, menurut Ruhut, saat ini posisinya sudah berubah. Cerminan insiden penangkapan petugas KKP yang lalu saja, harus dijadikan pelajaran. "Dari peristiwa yang kita alami kemarin itu, saya mohon, kita sebaiknya tunjuk hidung kita sendiri dulu, sebelum menuding orang lain," jelas dia.
Selain itu, tambah Ruhut, kenapa Malaysia senantiasa terkesan suka berulah dan mempermainkan Indonesia selama ini karena Indonesia sendiri tidak menunjukkan kekompakannya. "Kita dikerjai karena kita enggak kompak," kata Ruhut. (adi)
Category:
News
Comments
Categories
- All About Guitar Classic (5)
- Antivirus (30)
- Biografi (NEW) (1)
- Film (3)
- Game (39)
- Gaul (9)
- Kehidupan Manusia (22)
- Kuliner (12)
- Musik Indonesia (1)
- News (12)
- Religi (4)
- Sejarah (2)
- Software (20)
- Song Lyrics (13)
- Tips dan saran (7)
- Video (8)
in facebook
Mengenai Saya
- Fana Insanu
- nama lengkap Fana mustika Insanu , dipanggil Innu . lahir di Jakarta 18 agustus . sekolah di Smpn 2 Bogor .





Leave a Reply